Kamis, 27 Desember 2012

Resensi Novel: Setitik Kira -Kira

Setitik ‘Kira-kira’ di Kegelapan
 


Judul novel : Kira - Kira
(
Pemenang Newbery Medal)
Penulis : Cynthia Kadohata
Penerjemah : Poppy Damayanti Chusfani
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 200 halaman
Terbit : Pebruari 2009
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Novel ini berkisah tentang perjuangan keluarga Takashima yang terdiri dari Dad, Mom, Lynn, Kattie, dan Sammy untuk menghadapi masalah keluarga.
Di saat Kattie masih kecil, keluarga ini harus pindah dari Iowa ke Georgia, AS. Dad dann Mom yang keturunan Jepang hanya mendapat pekerjaan serabutan di penetasan ayam. Ditambah lagi, Dad juga harus bekerja lebih dari 16 jam sehari. Namun, semangat Lynn dan Kattie tidaklah pudar. Lynn tetap tumbuh menjadi pribadi yang energik, cerdas, dan kreatif. Lynn yang telah mengajarkan banyak hal pada Kattie salah satunya yaitu tentang ‘Kira-kira’ dan juga menjadi inspirator baginya. Mereka tetap bergembira meski kemiskinan menjadikan mereka kurang perhatian dari orang tuanya. Kesenangan keluarga kecil ini mulai goyah saat diketahui bahwa Lynn mengidap penyakit Lymfoma. Semua berusaha ekstra keras untuk kesembuhan Lynn. Kattie dan Sammy harus rela perhatian orangtuanya hanya terfokus pada Lynn. Mereka akhirnya punya rumah yang tetap. Itu semua untuk Lynn. Sampai pada akhirnya, Lynn pergi untuk selamanya, dan tidak ada seorangpun yang menemaninya saat dia pergi. Kattie tidak menyangka hal itu bisa terjadi. Meski kematian lynn masih menyisakan duka yang mendalam bagi keluarganya terutama kattie, akan tetapi mereka tetap tegar.
Cerita dalam novel ini sangatlah mengharukan dan sarat akan pelajaran-pelajaran hidup. Walaupun kita kurang mampu dan didiskriminasi, namun hal tersebut tidak boleh membatasi perkembangan diri kita, misal kekreatifan kita. Di samping itu, novel ini juga mengajarkan pada kita untuk tidak menyerah pada keadaan yang menimpa kita. Novel ini juga menggambarkan orang Jepang yang khas dengan ketekunannnya, ketegarannya, keuletannya, ketidak manjaannnya, walau duka masih terasa.
Kelebihan novel ini adalah latar yang sangat jelas dan pengambaran yang amat polos terasa nyata karena diceritakan dari sudut pandang Kattie. Kekurangan novel ini klimaksnya yang kurang memuncak. Covernya juga terlalu sederhana sehingga kurang menggambarkan isi cerita. Selain itu, novel ini juga tidak menyertakan biografi pengarangnya.
Terkadang banyak pembaca Indonesia yang enggan membaca novel terjemah dengan alasan sulit dimengerti, namun novel ini punya sisi unik tersendiri yang membuat pembaca menjadi tertarik walau terkadang ada beberapa bagian yang tidak dimengerti, karena ketidak tahuan budaya pada masa tersebut(1950).
Novel Kira-kira memang diperuntukkan untuk para kawula muda. Namun, cerita kasih sayang antara Dad dan Mom, serta Lynn, Kattie dan juga Sammy juga cocok untuk segala usia. Novel ini juga mengingatkan kita bahwa kemampuan mencintai dan juga sebaliknya itu terpupuk dari keluarga.
 My Mark:***

P.S : Ini resensiku tahun lalu untuk tugas Bahasa Indonesia. Nggak terlalu mendetail sih, tapi lumayanlah. Senggaknya setelah baca novel ini aku lebih menghargai kakak dan adikku, serta lebih tekun lagi untuk berusaha seperti orang Jepang. (Pengen ke Jepang!!!)

1 komentar:

  1. emank bagus banget nih novel
    aku sampe dibuat termehek-mehek bacanya,
    siblings relation Lynn-Katie sangat menyentuh...

    BalasHapus